candi ijo

Keindahan Candi Ijo Nan Elok dan Menarik untuk Dikunjungi

Keindahan Candi Ijo Nan Elok dan Menarik untuk Dikunjungi – Jika Kabupaten Gunung Kidul menyimpan sangat banyak keindahan pantai yang berpasir putih yang selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan, maka Kabupaten Sleman adalah rumah bagi candi-candi megah peninggalan sejarah yang hingga saat ini masih berdiri kokoh. Candi-candi peninggalan sejarah tersebut ada yang beraliran Hindu maupun Budha. Kesemua candi tersebut menyebar mulai dari kaki gunung Merapi di utara hingga di perbukitan Batur Agung di sisi selatan. Setiap candi yang berdiri memiliki ke-khas-an tersendiri. Dari candi-candi yang ada, terdapat candi yang menarik untuk di kunjungi yang berada di dekat tebing Breksi. Candi tersebut adalah Candi Ijo.

Lokasi Candi Ijo berada pada ketinggian 410 meter diatas permukaan laut. Dari lokasi candi tersebut, tidak heran bahwa Candi Ijo merupakan candi dengan lokasi tertinggi yang ada di Jogja. Kompleks Candi Ijo adalah kompleks percandian yang berada di puncak Bukit Hijau. Situs candi ini berupa lahan yang berteras-teras dengan tebing yang berada di sekelilingnya. Tanah yang mendasari Candi Ijo adalah tanah cadas sehingga candi tersebut berada di lahan yang labil. Sehingga pada saat musim hujan, tanah tersebut menjadi becek dan pastinya akan membuat Anda malas untuk melewatinya. Lain halnya ketika musim kemarau, tanah tersebut menjadi sangat kering dan terdapat retakan-retakan. Bagi Anda yang tinggal di daerah yang masih terdapat lahan persawahan pasti mengetahui tanah yang retak-retak.

Kompleks Candi Ijo terdiri dari 17 struktur bangunan pada 11 teras yang berundak. Di teras puncak terdapat candi induk dan tiga candi perwara atau candi pendamping. Halaman candi saat ini ditumbuhi rerumputan yang hijau segar sehingga sangat cocok bagi Anda yang membawa keluarga untuk dijadikan tempat piknik. Berada di tempat ini akan membawa Anda dalam kedamaian dan ketenangan. Karena tempat ini jauh dari perkotaan dan suasana bising kendaraan. Selain itu, dari tempat ini Anda juga dapat melihat pesawat yang mendarat dan terbang di Bandara Adisucipto dari kejauhan serta pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu.

Berdasarkan temuan Badan Pelestarian Cagar Budaya Jogja, bahwa arca-arca yang terdapat di Candi Ijo menguatkan bahwa candi tersebut merupakan candi Hindu yang dibangun antara tahun 850 hingga 900 masehi. Dari fakta yang terungkap tersebut menjadikan Candi Ijo memiliki hubungan dengan raja-raja yang berkuasa pada masa tersebut. Diantara raja-raja yang berkuasa pada waktu itu adalah Rakai Pikatan dan Rakai Kayuwangi. Candi tersebut dipercaya pada jaman dahulu digunakan sebagai bangunan untuk pemujaan. Sampai saat ini pun proses penelitian terhadap bangunan cagar budaya ini masih terus berlanjut karena masih banyak yang belum terungkap dari komplek Candi Ijo.

Jika Anda berniat untuk berkunjung ke Candi Ijo, waktu yang tepat untuk Anda datang adalah pada saat pagi atau sore hari, dan pastinya kedua waktu tersebut menawarkan pemandangan yang berbeda. Jika Anda datang di pagi hari, Anda dapat menikmati suasana candi yang terkesan mistis dan dingin karena embun pagi masih menyelimuti kawasan Candi Ijo. Akan tetapi, paparan sinar matahari pagi di atas bebatuan candi akan menampilkan warna bebatuan yang indah. Jika Anda beruntung, Anda dapat menemukan lautan kabut yang menyelimuti kaki bukit tersebut sehingga Anda serasa berada di atas awan.

Anda pun dapat menjumpai pemandangan yang berbeda jika datang di waktu sore hari. Pada waktu itu, rumput hijau di halaman candi terasa hangat dan nyaman diduduki karena efek dari sinar matahari sepanjang siang yang menyinari rerumputan sekitar Candi Ijo. Anda pun dapat melihat pesona matahari terbenam di sebelah barat. Dan jangan lupa, pastikan Anda harus berhati-hati ketika pulang, sebab jalanan yang akan Anda lalui untuk kembali berupa turunan tajam dengan sedikit penerangan.

6 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.